Jumat, 28 September 2012

CONTOH ANGKET PENELITIAN



Petunjuk Pengisian Kuesioner
Jawaban anda merupakan dan partisipasi anda bagi kami, maka jawablah seluruh pertanyaan dengan lengkap, jujur dan terbuka.
Identitas Responden
Nama                  : …………………………….                                         No. Responden : ………..
Jenis kelamin     : …………………………….
Kelas                   : …………………………….

1. Apakah anda senang dengan pelajaran bahasa Inggris?
1.    Sangat senang
2.    Senang
3.    Cukup senang
4.    Kurang senang
5.    Tidak senang

2.Ketika mempelajari pelajaran bahasa Inggris, apakah anda sering memperhatikannya?
1.    Sangat sering
2.    Sering
3.    Cukup sering
4.    Kadang-kadang
5.    Tidak pernah

3. Ketika sedang belajar bahasa Inggris, apakah anda sering menghadapi kesulitan?
1.    Sangat sering
2.    Sering
3.    Cukup sering
4.    Kadang-kadang
5.    Tidak pernah

4.Apakah guru sering menciptakan suasana yang menyenangkan di saat belajar sedang berlangsung?
1.    Sangat sering
2.    Sering
3.    Cukup sering
4.    Kadang-kadang
5.    Tidak pernah

5.Apakah Guru bahasa Inggris sering memberikan metode bervariasi ketika mengajar sedang berlangsung?
1.    Sangat sering
2.    Sering
3.    Cukup sering
4.    Kadang-kadang
5.    Tidak pernah

6. Apakah guru anda sering membantu dan membimbing dalam  memecahkan persoalan jika anda mengalami kesulitan belajar bahasa Inggris?
1.    Sangat sering
2.    Sering
3.    Cukup sering
4.    Kadang-kadang
5.    Tidak pernah

7. Apakah guru anda sering memberikan freetest sebelum atau setelah belajar bahasa Inggris?
1.    Sangat sering
2.    Sering
3.    Cukup sering
4.    Kadang-kadang
5.    Tidak pernah

8. Apakah guru anda sering memberikan tugas atau Pekerjaan rumah (PR) setelah belajar bahasa Inggris?
1.    Sangat sering
2.    Sering
3.    Cukup sering
4.    Kadang-kadang
5.    Tidak pernah

9. Apakah dirumah anda sering mengulang pelajaran bahasa Inggris yang telah diberikan guru?
1.    Sangat sering
2.    Sering
3.    Cukup sering
4.    Kadang-kadang
5.    Tidak pernah

10. Apakah di tempat anda belajar bahasa Inggris sering di adakan test atau ujian Bahasa Inggris?
1.    Sangat sering
2.    Sering
3.    Cukup sering
4.    Kadang-kadang
5.    Tidak pernah


11.Ketika Tes atau Ujian,apakah anda sering mengalami kesulitan dalam menjawab soal bahasa Inggris tersebut ?
1.    Sangat sering
2.    Sering
3.    Cukup sering
4.    Kadang-kadang
5.    Tidak pernah

12. Apakah pelajaran bahasa Inggris yang telah diberikan oleh guru anda sesuai dengan yang terdapat di dalam test atau Ujian tersebut ?
1.    Sangat sesuai
2.    Sesuai
3.    Cukup sesuai
4.    Kadang-kadang
5.    Tidak sesuai

13.Ketika diadakan tes atau ujian bahasa inggris, apakah anda sudah cukup puas dengan nilai yang anda peroleh ?
1.    Sangat puas
2.    Puas
3.    Cukup puas
4.    Kadang-kadang
5.    Tidak puas

14. Apakah ditempat anda belajar bahasa inggris anda tau tentang program Perbaikan Pengajaran atau remedial teaching ?
1.    Sangat tau
2.    Tau
3.    Cukup tau
4.    Kurang tau
5.    Tidak tau

15. Apakah anda sering mengikuti program remedial teaching ?
1.    Sangat sering
2.    Sering
3.    Cukup sering
4.    Kadang-kadang
5.    Tidak pernah

16. Apakah anda senang dengan adanya program remedial teaching dalam mempelajari bahasa Inggris?
1.    Sangat senang
2.    Senang
3.    Cukup senang
4.    Kurang senang
5.    Tidak senang

17. Apakah anda sering bolos dalam mengikuti remedial teaching yang telah ditentukan oleh guru?
1.    Sangat sering
2.    Sering
3.    Cukup sering
4.    Kadang-kadang
5.    Tidak pernah

18. Setelah selesai mengikuti program remedial teaching, apakah anda sering mengulangi di rumah?
1.  Sangat sering
2.  Sering
3.  Cukup sering
4.  Kadang-kadang
5.  Tidak pernah

19. Apakah nilai anda semakin baik setelah mengikuti program remedial teaching?
1.    Semakin baik
2.    Baik
3.    Cukup baik
4.    Kurang baik
5.    Tidak baik

20. Apakah anda ingin sering belajar lebih giat, agar di kemudian hari tidak mengikuti pengulangan lagi?
1.    Sangat sering
2.    Sering
3.    Cukup sering
4.    Kadang-kadang
5.    Tidak pernah

Faktor Penentu Kualitas Pendidikan dan Definisi Kualitas pendidikan


Faktor Penentu Kualitas Pendidikan dan Definisi Kualitas pendidikan

Pendidikan sebenarnya sudah dimulai dari anak lahir. Faktor pertama yang menentukan adalah pola asuh orang tua. Ada satu hal yang tanpa disadari dilakukan orang tua, namun dapat mempengaruhi pola pikir, bahkan pekembangan anak yaitu orang tua tanpa disadari sering berbohong kepada anak. Contohnya, saat anak luka karena terjatuh, seorang ibu mengatakan kepada anaknya, “jangan menangis nak, besok juga sembuh”. Namun kenyataannya berbeda, bahwa besok luka juga masih belum sembuh. Selain hal tersebut diatas, kontrol dan dukungan orang tua terhadap anaknya juga perlu dilakukan, bagaimana keadaan lingkungan sekitar yang mendukung atau tidaknya anak dalam mengembangkan pendidikannya.
Faktor berikutnya adalah pola pengajaran yang ada di sekolah-sekolah yang mana pada saat ini sudah mulai memudarnya nilai-nilai Pancasila. Sekolah kebanyakan hanya menilai dari sisi kognitif saja yang dominan, bahkan mengesampingkan afektif dan psikomotorik. Walaupun di raport siswa tertera aspek tersebut namun kenyataannya tidak demikian. Hal ini terjadi dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi yang lebih menekankan pada pencapaian akhir demi pencitraan pendidikan yang baik walaupun dengan berbagai macam cara yang dapat merusak pendidikan itu sendiri. Bayangkan pada saat menjelang ujian nasional, siswa-siswi, guru-guru sibuk untuk PBM dengan giat, berfikir keras, les tambahan, dan lain-lain. Namun apa yang terjadi, masih banyak terdapat kecurangan-kecurangan dalam ujian nasional, baik itu yang tercium publik maupun tidak. Sehingga hal ini menciderai pendidikan yang sesungguhnya. Bagaimana negara ini mau maju apabila generasi penerusnya saja mentalnya sudah rusak ? Pantas korupsi merajalela dinegeri ini, calonnya tanpa disadari sudah dibina dari pendidikan yang ada dikeluarga dan diperkuat pendidikan yang ada disekolah yang carut marut.
Dari uraian tersebut diatas, mungkin ada hal yang mendasar yang perlu diubah demi meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia yaitu adalah “sistem”.  Pendidikan banyak diarahkan pada jalur pendidikan formal, yang mana diketahui jalur ini banyak sekali mengalami permasalahan dari segi proses pendidikan, biaya pendidikan yang tidak menjangkau semua lapisan masyarakat, pemerataan sarana & prasarana, dan lain-lain. Sedangkan jalur pendidikan nonformal dan informal merasa dianak tirikan dalam sistem ini. Padahal apabila dimaksimalkan dengan baik, jalur ini potensial membentuk pendidikan yang baik. Jalur informal atau pendidikan yang ada dikeluarga yang mana dari sejak awal lahir sudah ada dan waktu pendidikannya pun banyak terjadi dijalur ini. Sebaiknya pemerintah memberikan suatu terobosan yang mana pendidikan bagi calon orang tua (sebelum memiliki anak) atau mungkin sebelum pasangan menikah agar nantinya dapat mendidik anaknya dengan baik. Sedangkan untuk jalur nonformal, yang mana alternatif sebagai pelengkap, pengganti, penambah pendidikan formal. Kemudian, pendidikan nonformal juga memiliki program pemberantasan buta aksara, kesetaraan, pemberdayaan masyarakat (life skill/pelatihan), PAUD nonformal dan lain-lain. Hal tersebut juga menentukan kesuksesan kualitas pendidikan di Indonesia.
Jadi Apabila semua jalur pendidikan itu dimaksimalkan dengan baik, maka akan memperoleh hasil yang maksimal.
Menurut saya, kualitas pendidikan itu adalah suatu pencapaian yang diperoleh dari manajemen pendidikan yang berlangsung dari proses sejak usia dini bahkaan usia lahir hingga akhir hayat yang juga menanamkan akhlak mulia dan cinta akan tanah air yang dapat berguna dan mensejahterakan rakyat untuk pembangunan bangsa dan negara kearah yang lebih baik.


Nb : Essay yang diikutkan pada lomba essay Data Print Tahun 2012 edisi pertama
a.n  Bayu Pradikto